Mesin Blister seri DPB-80

automatic blister packing machine

Pada kesempatan ini, kita akan membahas salah satu jenis mesin merek Carmel, yaitu DPB-80 Automatic Blister Forming, Filling, and sealing Machine

Sengaja nama mesin ini saya tulis lengkap … ada Forming, ada Filling, dan ada Sealing
Biasanya secara singkat mesin ini hanya cukup disebut sebagai mesin blister otomatis atau automatic blister packaging / packing machine
Namun karena tujuan artikel ini adalah untuk memudahkan pembaca memahami mesin ini, jadi sengaja ditulis lengkap

mesin blister otomatis

FORMING dalam bahasa Indonesia artinya MEMBENTUK
Pada awal kerja, plastik PVC atau PP Blister yang asalnya berupada sheet do dalam gulungan / roll akan dibentuk oleh cetakan untuk menjadi sebuah kemasan yang sudah siap diisi produk

FILLING dalam bahasa Indonesia berarti MENGISI
Dalam proses ini, produk dimasukkan ke dalam kemasan jadi yang sudah dibuat oleh bagian Forming.Kapsul/Tablet/Pil/Kaplet/Permen/dll produk kita, dimasukkan ke dalam kemasan secara merata.Umumnya 1 lubang di dalam kemasan akan diisin 1 produk.

SEALING dalam bahasa Indonesia memiliki arti MEMANASKAN UNTUK MENUTUP
Pada bagian sealing ini, kemasan yang sudah berisi produk akan dipertemukan dengan PTP Alu Foil sebagai kemasan penutup.Kemasan PTP Alu Foil akan berada tepat diatas kemasan PVC / PP Blister Film yang sudah terisi produk.Kemudian di-sealer, atau ditutup dengan pemanasan antara bahan PTP Aluminium Foil dan Plastik Blister

automatic blister packing machine

Inilah proses kerja tahap demi tahap dari mesin DPB-80 Automatic Blister Packing Machine

CV Carmel Hill Machinery sebagai distributor mesin jenis ini di Indonesia sengaja tidak merubah type mesin.Type DPB-80 adalah type asli dari negara asalnya yang juga digunakan oleh para distributor lainnya.
Sekalipun pada bagian kelistrikan dan elektronika mesin DPB-80 dari CV Carmel Hill Machinery telah banyak mengalami perubahan.

Khususnya karena pada kondisi aslinya, mesin DPB-80 memiliki beberapa komponen yang diproteksi oleh pabrik.Komponen yang diproteksi ini akan mempersulit pengguna di kemudian hari dan menyebabkan ketergantungan dengan pihak penjual atau pabrik di negara asalnya.
Sungguh menyulitkan ketika kita menggunakan sebuah mesin, lalu komponennya harus tergantung dari pabriknya.

Beberapa komponen yang diproteksi inilah yang oleh manajemen CV Carmel Hill Machinery diganti dengan komponen lainnya yang lebih familiar dan dikenal di Indonesia.

Gelombang Mekanis

Selamat pagi Sahabat Carmel.sedang apa pagi ini? Bersiap kerja atau bersiap pulang kerja nih? Yang pasti tidak bersiap siap untuk pergi sekolah ya hihihi,,,baiklah pembahasan materi kita kali ini flashback dari jaman sekolah dulu. Pastinya materi pelajaran dulu sudah pada ingat ingat lupa. Kali ini akan kita review kembali soal gelombang mekanik.Gejala mengenai gerak gelombang banyak kita jumpai sehari-hari. Kita tentu mengenal gelombang yang dihasilkan oleh sebuah benda yang dijatuhkan ke dalam air, sebab hal itu mudah kita amati.Di dalam perambatannya ada gelombang yang memerlukan medium perantara, misalnya gelombang air, gelombang bunyi. Tetapi ada juga yang tidak memerlukan medium perantara, misalnya gelombang cahaya dan gelombang elektromagnet.

 

Di dalam bab ini dibahas hanyalah gelombang di dalam medium yang lenting yang disebut : Gelombang Mekanis.Karena sifat kelentingan dari medium maka gangguan keseimbangan ini dirambatkan ketitik lainnya.Jadi gelombang adalah usikan yang merambat dan gelombang yang bergerak akan merambatkan energi (tenaga).

Sifat umum gelombang , antara lain :

  1. dapat dipantulkan (refleksi)
  2. dapat dibiaskan (refraksi)
  3. dapat dipadukan (interferensi)
  4. dapat dilenturkan (defraksi)
  5. dapat dipolarisasikan (diserap arah getarnya)

Berdasarkan arah getaran partikel terhadap arah perambatan gelombang dapat dibedakan menjadi Gelombang Transversal  dan Gelombang Longitudinal.

Gelombang Transversal ialah gelombang yang arah perambatannya tegak lurus pada arah getaran partikel.

misalnya : gelombang pada tali, gelombang permukaan air, gelombang elektromagnetik.

Gelombang Longitudinal ialah gelombang yang arah perambatannya searah dengan arah getaran partikel.

misalnya : gelombang pada pegas, gelombang bunyi.

 

 

 

Mngenal Mistar Baja

Mistar baja sering kita jumpai di bengkel-bengkel mesin. Tak hanya itu anak sekolahpun biasanya memakai alat ini untuk penggaris. Selain kuat dan tidak mudah patah, keawetannya pun tahan lama karena terbuat dari baja. Teknisi biasanya memakai alat ini hanya untuk penggunaan yang tidak membutuhkan presisi tinggi. Mistar baja adalah alat ukur dasar pada bengkel kerja mesin. Alat ukur ini dapat dikatakan alat ukur yang kurang presisi, karena ia hanya melakukan pengukuran paling kecil sebesar 0,5 mm tidak dapat dilayani oleh mistar baja. Dengan demikian alat ukur ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pengukuran sampai seperseratus milimeter (0,01 mm). Jenis mistar baja yang dipakai pada bengkel kerja mesin mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya panjang mistar baja adalah 150 mm sampai 300 mm, dengan skala ukur terdiri dari satuan setengah milimeter dan satuan satu milimeter.

Hasil gambar untuk mistar baja

Dalam bengkel kerja mesin mistar baja ada dua sistem, yaitu sistem metrik dan sistem imperial. Pada sistem imperial untuk satuannya dinyatakan dengan inchi, sedangkan pada sistem metrik satuan dinyatakan dengan milimeter

Mistar baja sistem imperial mempunyai ketelitian dari 1/8 inchi,  1/16 inchi, 1/32 inchi dan 1/64 inchi. Dalam bengkel kerja bangku  dan kerja mesin biasanya hanya terdapat sampai ketelitian 1/32  inchi.

Mari Mengenal Simbol Keselamatan

Keselamatan kerja adalah hal penting dan wajib yang ada di suatu perusahaan. Entah hanya sebagai simbol semata atau memang digunakan sistem dan peraturannya, tetap setiap perusahaan harus punya itu, sistem yang mengatur keselamatan tiap pekerja, tiap team kerja, tiap divisi, tidak hanya bagian operator saja tetapi bagian kantor seharusnya dilengkapi dengan seistem K3 juga. Apa itu K3? K3 merupakan singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Istilah ini akan sering dijumpai di tempat kerja baik di pabrik, kantor, bengkel, disekolah bahkan dijalan. Informasi yang sering kita lihat di tempat tersebut berkenaan dengan K3 antara lain banyaknya papan-papan peringatan, rambu-rambu, dan pesan-pesan yang dipasang disudut ruang, didinding maupun dipinggir jalan.

Dalam sebuah rambu biasanya terdapat simbol di dalammnya, biasanya berupa sebuah huruf atau gambar dengan dikelilingi garis membentuk pola geometri yang spesifik dan warna seperti contoh berikut ini.

Hasil gambar untuk work safety symbol

Perawatan Penyumbang Efisiensi

Hasil gambar untuk maintenance

Jika kita telah dari judul diatas, apakah perawatan memang penyumbang efisiensi ataukah malah sebaliknya? Kalau kita nalar secara logika jelas setengah setengah, kenapa? Karena dari kita pasti mikirnya perawatan butuh uang lebih, butuh keluarin dana lagi, dan macem macem opini. Coba sekarang kita nalar dengan logika, mesin yang kita rawat, gampang rusak apa tidak? Pasti jawabnya tidak, sedangkan yang tidak kita rawat? Sudah pasti bobrok. Mungkin belum kelihatan di awal-awal tahun, tetapi setelah itu? Saya yakin pasti rusaknya membuat anda mengeluarkan uang lebih banyak daripada biaya untuk perawatan. Betul tidak?

Asumsi dasar penerapan perawatan adalah bahwa makin baik  perawatan makin tinggi effisiensi dan keuntungan yang akan  diperoleh. Ada dua persoalan umum yang dihadapi perusahaan  dalam penerapan perawatan, yaitu masalah teknik dan masalah  ekonomi. Adapun masalah teknis adalah segala upaya untuk  menyiapkan mesin/alat agar siap pakai, terencana dan terukur.  Artinya bahwa semua mesin/alat terhindar dari kemacetan
mendadak akibat tidak pernah dilakukan inspeksi dari program  preventive. maka ada dua hal yang perlu dipikirkan:

  1. Apakah tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga,  merawat dan memperbaiki mesin/alat dari kemacetan dan  kerusakan
  2. Perangkat apa saja yang diperlukan untuk menunjang  kegiatan reparasi, perbaikan dan overhaul, agar proses pemeliharaan dapat dikerjakan.

Sistim pemeliharaan yang baik adalah berbeda untuk masing masing pabrik karena masing-masing pabrik berbeda dalam  pemakaian bahan dan energinya. Sistim pemeliharaan dimulai dengan mengoptimumkan sistim teknis pemeliharaan agar menjadi  efisien, ini adalah konsep pemeliharaan produktif dengan basis  ekonomi. Jadi dalam aspek ekonomi yang menjadi penekanan adalah  bagaimana upaya-upaya yang harus dilakukan agar pemeliharaan menekan biaya dan menguntungkan perusahaan.  Kerjasama yang baik diantara bagian perencanaan, bagian  inspeksi, dan bagian produksi harus dijaga untuk mengoptimumkan  sistim yang dipakai pada pemeliharaan produktif. Tujuan dari  pemeliharaan atau perencanaan lain adalah untuk merencanakan  pemeliharaan dari masing-masing fasilitas yang ada sesuai dengan umur masa pakainya dan dengan mengurangi biaya pemeliharaan  tahunan, dengan cara pendekatan inspeksi dan pekerjaan perbaikan  pada waktu diadakannya pembongkaran pabrik tahunan atau  pemeliharaan yang lain-lain. Keperluan memasang mesin cadangan/equipmen ditentukan  oleh hasil dari konsep pemeliharaan produktif. Biaya tambahan  untuk unit-unit cadangan dapat ditentukan dengan membandingkan  biaya investasi dengan uang yang kembali bila kiat memakai sistim  pemeliharaan rutin untuk seluruh mesin yang ada dalam pabrik  tersebut. Secara umum mesin-mesin atau equipmen yang besar dan mahal diharapkan dapat berjalan secara rutin pada masa-masa  pemeliharaan tersebut, hingga mesin-mesin atau unit-unit cadangan  dapat ditiadakan.

 

Tujuan dan Cara Pemeliharaan Mesin Bor

Hasil gambar untuk drill machine

Siapa yang tidak kenal mesin bor? Mesin bor merupakan peralatan penting dan hampir semua bengkel kerja mesin ataurkerja kayu mempunyai peralatan mesin bor ini. Mesin bor dapat digunakan untuk menghasilkan pekerjaan pembuatan lubang yang presisi dan dapat mengerjakan berbagai benda kerja dan berbagai jenis bahan. Ukurannya berfariasi dari yang ukuran kecil, untuk  bengkel-bengkel sekolah atau bengkel kecil sampai bengkel besar pada industri permesinan.

Mesin bor untuk industri kecil/ bengkel yang kecil biasanya menggunakan mesin bor bangku,dimana mesin bor ini dipasang pada meja kerja. Ukuran mata bor yang dapat dipasang padamesin bor meja/bangku sangat terbatas,yaitu hanya sampai dengan ukuran diametr mata bor sebesar 13 milimeter. Peralatan pendukung lainya adalah sama dengan mesin bor lainyaseperte bor lantai, yang membedakan hanya pada kapasitas cekam mata bor.

Tujuan perbaikan adalah untuk memelihara elemen mesin bor yang meliputi :.

  • Merawat Roda gigi agar tidak terjadi keausan.
  • Merawat ban penggerak dan puli agar kelurusan ban dan puli tetap terjaga.
  • Merawat atau nglepel kedudukan mesin agar getaran yang ditimbulkan oleh mesintidak melebihi toleransi.

Langkah-langkah kerja Perawatan Mesin BOR

  1. Siapkan alat dan mesin bor.
  2. Buka belt cover
  3. Lepas belt “1/4 B.S.F X ¼” grub screw.
  4. Lepas baut M5X16 Hexagonal Head bolts.
  5. Lepas angled lup niple
  6. Lepas upper seal.
  7. Lepas Scale sliding block dan scale carrier.
  8. Lepas gear box cover.
  9. Lepas internal circlip
  10. Lepas eksternal circlip
  11. Lepas eksternal circlip.
  12. Lepas internal circlip.
  13. Lepas gear shaft.
  14. Cek semua komponen untuk mengamati
  15. Catat hasil pemeriksaan
  16. Pasang kembali semua komponen- komponen penyusun tailstock.
  17. Bersihkan tempat kerja.
  18. Kembalikan alat alat kembali pada tempatnya.

 

Penjaga Keausan

Hasil gambar untuk broken parts

Aus sering kita jumpai pada berbagai macam produk industrial, pada mesin, pada kendaraan, pada apapun itu yang terdapat dua macam benda yang bergesekan lama kelamaan akan mengalami hal seperti ini yaitu aus. Pada proses manufaktur, permukaan antara peralatan (tools),cetakan (dies) dan benda kerja biasanya mengalami berbagai macam keadaan.Secara garis besar antara lain:

  1. Tekanan kontak,bervariasi mulai dari tekanan pada kondisi elastic hingga beberapa kali lipat tegangan luluh benda kerja.
  2. Kecepatan relative,berfareasi mulai dari yang sangat lambat hingga sangat cepat
  3. suhu proses,dapat berfareasi mulai dari sama dengan suhu ruangan hingga mendekati suhu leleh.

Jika dua permukaan saling berhadapan pada kondisi seperti diatas,tanpa lapisan pelindung pada antar mukanya,gesekan dan keausan akan menjadi sangat tinggi.Untuk mengurangi gesekan dan keausan, permukaan permukaan tersebut harus dijaga agar terdapat jarak diantaranya.Hal ini biasanya dilakukan dengan pelumasan pengerjaan logam,yang dapat berupa benda padat,semi padat atau cair. Pelumasan pada pengerjaan logam baik cair atau padat tidak terbatas pada sifat-sifat fisik tertentu saja,melaikan juga sifat-sifat kimianya yang dapat bereaksi permukaan peralatan, cetakan dan benda kerja dan mengubah sifat-sifat reaksinya. Ada beberapa jenis jenis pelumasan :

Terdapat empat jenis mekanisme pelumasan yaitu:

  1. Lapisan film tebal:permukaan-permukaan seluruhnya dipisahkan oleh lapisan fluida yang tebalnya lebih besar satu orde daripada besaranya kekasaran permukaan.jadi tidak ada kontak logam diantra permukaan.
  2. Lapisan film tipis: permukaan saling sedikit bergesekan karena lapisan fluida lebih tipis.pada kondisi ini terjadi sedikit gesekan dan keausan.
  3. Pelumasan campuran: pada kondisi ini,sebagian besar beban ditahan oleh kontak antar loga dan sisanya beban ditahan oleh lapisan film fluida yang terdapat pada kantong-kantong permukaan logam.
  4. Pelumasan lapis batas: disini beban ditumpu oleh kontak antar permukaan yang ditutupi oleh lapisan batas.

 

Pentingkah Ada Kordinator di Bengkel dan di Laboratorium?

Hasil gambar untuk project leader

Jawabnya sangat penting. Selain membuat pekerjaan lebih mudah dan ringan, kordinator bisa menjadikan pekerjaan cepat selesai dan sesuai yang diharapkan. Ini berlaku untuk semua unit organisasi/ perusahaan. Hal ini akan membuat semua pekerjaan berjalan dengan mudah tanpa adanya kesalahan sehingga hal yang tidak diinginkan bisa dminimalisirkan. Dibawah ini ada beberapa peran kordinator bengkel :

  1. Menyusun, mengatur, dan mengawasi kegiatan pemeliharaan dan repair dan mesin-mesin peralatan bengkel agar tidak mengganggu jalannya operasi perusahaan.
  2. Mengajukan permintaan pembelian spare part dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk pemeliharaan dan repair semua peralatan bengkel.
  3. Bertanggung jawab atas penggunaan suku cadang dan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan maintenance dan repair.
  4. Mengadakan pengecekan langsung bekerjanya dan kondisi semua peralatan pabrik.
  5. Mengadakan pencatatan mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing mesin/peralatan pabrik.
  6. Menyusun jadwal pemeliharaan peralatan-peralatan bengkel agar tidak menghambat jalannya proses produksi.
  7. Memeriksa kerusakan yang timbul dan menentukan bahan-bahan atau spare part yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
  8. Berusaha mencari cara-cara penekanan biaya dan metode perbaikan kerja yang lebihefisien.
  9. Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja bawahannya secara berkala.
  10. Membuat laporan harian dan berkala kegiatan yang dilakukan seksinya.
  11. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajer produksi

Peran koordinator Laboratorium

    1. Membuat jadwal praktek dan tata tertib pengunaan ruang dan alat-alat laboratorium
    2. Mendata dan menginventarisir alat-alat laboratorium.
    3. Merencanakan dan membuat admistrasi kegiatan praktek laboratorium.
    4. Memelihara dan melakukan perbaikan alat-alat yang diperlukan.
    5. Mengusulkan kebutuhan alat-alat laboratorium yang diperlukan dalam kegiatan praktek.
    6. Turut menjaga kebersihan ruang laboratorium.

 

Las Busur Listrik, Apa Untung Ruginya Pakai Las ini?

Hasil gambar untuk las busur listrik

Apa itu las busur listrik? Berikut sedikit penjelasannya. Dalam komponen ini yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah las elektroda terbungkus (SMAW). Dalam proses pengelasan ini menggunakan elektroda berselaput sebagai bahan tambah yaitu berupa kawat elektroda logam yang dibungkus dengan fluks. Kawat logam berfungsi sebagai penghantar arus listrik ke busur dan sekaligus sebagai bahan pengisi (filler). Selama pengelasan, fluks mencair dan membentuk terak (slag) yang berfungsi sebagai lapisan logam las terhadap udara sekitarnya. Beberapa keuntungan penggunaan las SMAW:

1) selaput pembungkus elektroda mempunyai fungsi serbaguna dan banyak jenisnya kurang lebih ada 100 tipe untuk pengelasan bahan yang berbeda.

2) sumber tenaga dari SMAW (AC maupun DC) dapat ditancapkan di dinding atau dapat dijalankan disetiap tempat sepanjang terdapat bahan bakar.

3) pengelasan dapat dilakukan pada berbagai posisi mulai dari posisi flat, mendatar, tegak dan di atas kepala.

4) sensitivitasnya terhadap gangguan pengelasan berupa angin cukup baik

5) sumber tenaga dan juga perawatan mesin SMAW lumayan murah. Selain itu mesin SMAW sangat awet, relatif mudah dioperasikan dan mudah di setting.

Kekurangan las SMAW:

1) uap lembab di udara dapat masuk ke dalam elektroda.

2) terak yang dihasilkan ketika selaput elektroda mencair harus selalu dibersihkan setiap kali selesai mengelas.

3) operator harus berhenti dan mengganti elektroda setiap beberapa menit, ketika setiap menit busur listrik tidak dinyalakan untuk mengelas, itu menyebabkan ongkos tenaga kerja tidak produktif.

 

Bagaimana Kecelakaan Kerja Bisa Terjadi?

Bagaimana, dimana, dan mengapa kecelakaan kerja bisa terjadi atau timbul. Ketiga pertanyaan ini harus dijawab oleh orang yang bertanggung jawab terhadap masalah keselamatan kerja. Siapa dia? Mari kita bahas. Setiap terjadi kecelakaan kerja akan selalu timbul pertanyaan mengapa kecelakaan kerja tersebut dapat terjadi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dilakukan penyelidikan/pemeriksaan terhadap kecelakaan tersebut. Hasil pemeriksaan akan dapat menjawab secara lengkap mengenai penyebab terjadinya kecelakaan. Dalam pemeriksaan tersebut petugas pemeriksa menanyai pekerja yang mengalami kecelakaan, menanyai pekerja lain yang berdekatan dengan terjadinya kecelakaan kerja dan memeriksa sekeliling tempat kejadian termasuk mesin yang digunakan untuk bekerja.

Penyebab terjadinya kecelakaan dicatat dan didokumentasikan secara baik dengan cara membuat daftar khusus yang berisikan tentang jenis kecelakaan yang terjadi, faktor-faktor penyebabnya dan langkah-langkah penanggulangannya. Daftar khusus ini sangat berguna di kemudian hari, apabila terjadi lagi kecelakaan serupa. Di samping itu daftar khusus ini dapat juga digunakan untuk melakukan training/latihan bagi teknisi/atau pegawai baru. Pegawai baru sudah mengetahui terlebih dahulu bahaya-bahaya/kecelakaan kerja mungkin terjadi dan ia sudah mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan, serta mengetahui cara menghindarkan agar tidak terjadi kecelakaan kerja

Umumnya kecelakaan kerja diakibatkan oleh tiga unsur utama, yaitu unsur manusianya, unsur mesinnya, dan unsur lingkungan kerjanya. Pembuatan daftar khusus tersebut hendaknya bisa dibuat penyebab timbulnya kecelakaan secara beruntun, misalnya unsur mesin, unsur manusia, dan unsur lingkungan kerjanya. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kecelakaan kerja di bawah ini diberikan beberapa contoh, baik yang menyangkut unsur mesin, unsur manusia dan unsur lingkungan kerja. Tetapi karena titik bahasan kita hanya pada masalah teknik pembentukan, maka contoh tersebut khusus untuk peralatan teknik pembentukan dan cara bekerja pada bengkel teknik pembentukan.