Permasalahan Mesin Continuous Sealer dan Cara Mengatasinya

Permasalahan Mesin Continuous Sealer dan Cara Mengatasinya

Sejak mesin-mesin buatan negeri Tirai Bambu masuk ke Indonesia, perusahaan kecil menengah adalah yang paling terbantu.
Dimana pada era sebelumnya tidak mudah bagi perusahaan kecil menengah untuk bersaing dengan perusahaan besar yang sudah ada sebelumnya.
Mereka tidak mampu bersaing dalam hal kapasitas produksi.
Salah satu kisah ini dimulai dari keberadaan Mesin Continuous Sealer.
Sebuah mesin yang berfungsi untuk menutup kantong plastik atau kantong aluminium foil dilengkapi dengan ban berjalan.
Mesin continuous sealer menjadi idola bagi banyak sekali perusahaan kecil menengah untuk membantu mereka bekerja dalam persaingan.
Kapasitas produksi mulai meningkat, hasil produksi mulai terlihat layak dijual di toko-toko ritel besar, dan kerusakan kemasan produk hampir tidak pernah lagi terjadi.

 

mesin continuous sealer

 

Permasalahan Mesin Continuous Sealer

Namun sering berjalannya waktu mesin continous sealer digunakan.Terutama banyaknya cara penggunaan yang salah.
Mesin continuous sealer layaknya juga mesin lainnya, juga sama halnya dengan barang elektronik lainnya.
Mulai menunjukkan beberapa indikasi kerusakan.

Yang paling umum adalah karet pengepresan plastik di akhir proses sealer.Seperti halnya juga produk terbuat dari karet lainnya.
Komponen ini pun habis termakan usia sesuai penggunaan mesin.

Yang kedua adalah masalah dengan indikasi tampilan suhu pada temperature control yang acak ketika mesin continuous sealer dijalankan.
Baru saja dihidupkan, suhu menunjukkan tampilan yang acak.

Yang ketiga adalah patahnya Kotak Adjuster yang umumnya berwarna hitam.Berbentuk kotak dan berfungsi untuk mengatur tarikan teflon belt.

Yang keempat adalah putusnya teflon belt.Seringkali para penjual mesin continuous sealer mengatakan ini adalah hal yang wajar.
Ada saatnya teflon belt memang harus diganti.Bahkan ketika usia penggantian terlalu singkat, mereka mengatakan bahwa ini wajar.
Namun sebenarnya tidaklah demikian.Usia teflon belt sebenarnya bisa 2 kali lipat lebih panjang.
Dengan mengikuti cara penggantian yang diajarkan di Video Tutorial CV Carmel Hill Machinery pada awal pembelian mesin continuous sealer.
Usia teflon belt akan jauh lebih lama.

Yang kelima adalah putusnya Guide Belt.

Lima permasalahan ini yang umum terjadi pada mesin continuous sealer.

Baca juga : Modifikasi mesin continuous sealer untuk kemasan 10 kg

Bagaimana Cara Mengatasi permasalahan pada Mesin Continuous Sealer ?

  1. Karet Pengepresan yang sudah aus memang tidak ada jalan lain selain diganti yang baru.
  2. Indikasi suhu temperature yang naik turun sendiri sejak awal mesin continuous sealer dioperasikan disebabkan oleh rusaknya Thermo Couple.
    Fungsi thermo couple adalah membaca suhu pada pemanas dan memberikan informasi kepada temperature control.
    Thermo couple berperan sebagai sensor suhu.
    Pada kasus seperti ini, penggantian thermo couple diperlukan.
  3. Kotak adjuster yang patah adalah saatnya diganti yang baru.Anda bisa membawa yang patah ke bengkel teknik terdekat dan membuat yang baru.
  4. Penggantian teflon belt diperlukan untuk teflon belt yang putus.
  5. Penggantian guide belt diperlukan untuk guide belt yang putus.

Baca juga : Mesin continuous sealer dan fasilitasnya