MEMBELI MESIN INDUSTRI – PILIH MEREK ATAU PILIH PENJUALNYA ?

Penjual yang Bertanggungjawab atau Mesin yang Berkualitas ? …. Baca sampai tuntas ya biar gak gagal paham 

 

Ada sebagian besar orang yang bilang kalau beli mesin industri itu susah susah gampang.Gampangnya kalau punya uang, tinggal bayar tinggal beli.Susahnya itu mendapatkan yang tepat.

Sejak sekolah kita sering mendengar bahwa mesin adalah alat bantu manusia.Dan tentunya mesin industri adalah alat bantu untuk bekerja dan untuk menghasilkan income bagi perusahaan.
Jarang ada yang membeli mesin dengan catatan mau untuk koleksi.Hanya pembeli tertentu saja yang memang hobby koleksi mesin, dipakainya nanti-nanti yang penting beli dulu.
Namun sebagian besar tidaklah demikian.Sebagian besar berharap mesin yang dibelinya benar-benar menjadi alat bantu kerja yang memberikan income lebihd aripada yang selama ini sudah diperoleh.

Kebutuhan membeli unit mesin adalah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi dari yang sudah ada sebelumnya.

Namun bicara kenyataannya, benarkah demikian ?

Banyak pengusaha atau pemiliik mesin yang mengeluhkan kondisi dimana mesin yang dibelinya justru menghabiskan waktu dan biaya.
Bahkan yang lebih mengerikan ada yang sampai usahanya jatuh karena mesin yang dibelinya bermasalah terus menerus, padahal sudah tandatangan kontrak dengan buyer.

Ada yang membeli mesin karena adanya buyer yang hendak memesan produk dalam jumlah besar.Akhirnya sang pengusaha dengan harapan tinggi membeli sebuah unit mesin.Tentunya dengan harapan unit mesin yang dibelinya akan membuatnya mampu memenuhi tuntutan kontrak produksi yang diminta oleh buyer.

Perjanjian pun dibuat, si buyer mempercayakan produknya kepada si pengusaha.

Awalnya lancar-lancar saja.Hingga suatu saat mesin mulai menunjukkan permasalahannya.Diperbaiki, sebentar dipakai rusak lagi … diperbaiki lagi, rusak lagi.

Kontrak produksi yang dibuat dengan buyer akhirnya tidak mampu dipenuhi.Yang berujung pada dibatalkannya kontrak dan kehilangan pembeli.

Kisah-kisah horor seperti ini adalah kisah yang paling banyak terjadi dari pengalaman kami di industri dan perdagangan mesin di Indonesia sejak 18 tahun yang lalu.
Namun hebatnya, selalu terulang kembali dan banyak pengusaha yang kurang mau belajar dari pengalaman yang lain.

Hingga artikel ini ditulis, kami masih saja menjumpai adanya keluhan dari pembeli mesin yang meminta teknisi kami untuk membantu reparasi karena sudah menyerah dengan kondisi yang ada.Beberapa diantaranya menawarkan kami untuk membeli mesinnya karena mengeluhkan salah beli dan tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Dari cerita ini, ternyata lebih banyak susahnya daripada mudahnya sekalipun membeli mesin logikanya hanya cukup memilih, dapat barang, membayar, lalu membawa pulang dan tinggal menggunakannya.
Ternyata Fakta membuktikan bahwa tidak semudah itu.

Ada banyak sekali perdagangan mesin industri yang berkonsep pedagang.Asal laku dan asal dapat duit.
Konsep jualnya tidak lagi mencari untung sambil membantu orang lain.Membantu pengguna mesinnya supaya bisa dapat income lebih dari mesin yang dibelinya.

Belum lagi banyaknya calon pengguna mesin yang terburu waktu dalam membeli mesin.Alasannya mau segera digunakan.Padahal mesin yang hendak dibelinya termasuk jenis mesin yang sangat spesifik seperti mesin pengisian dan kemasan otomatis.
Ada peluang yang harus diambil segera dan harus dapat mesinnya segera.

Penjual asal laku dan pembeli terburu-buru akhirnya bertemu dan terjadilah transaksi.Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi berikutnya ?

Inilah penyebab utama terjadinya semua kisah horor yang ada.

Padahal di dunia mesin industri, ada banyak jenis mesin yang tidak memungkinkan disediakan dalam kondisi stock siap jual dan siap pakai.Khususnya adalah mesin-mesin dengan jenis pengisian dan kemasan otomatis.
Harus ada penyesuaian dengan produk sebelum digunakan.Bahkan seringkali harus benar-benar disesuaikan dengan produk sebelum layak pakai.

Bagaimana yang tanpa ada penyesuaian dulu lalu tiba-tiba digunakan akan bisa beroperasi dengan baik ?

Dalam beberapa kesempatan kami sering mengingatkan bahwa membeli mesin industri tidak sama dengan membeli mobil.Terbukti dari banyaknya pemilik showroom mobil yang membeli mesin industri dan berakhir dengan kisah horor.
Mesin mobil dan spare partnya sudah umum dan banyak dikenal.Banyak teknisi dan bengkel yang bisa mengatasi permasalahannya.Bahkan hampir di tiap desa dan kota selalu bisa ditemukan bengkel mobil.
Tapi tentu tidak demikian dengan mesin industri, betul ?

Mesin industri bukan barang mudah ditemukan bengkel reparasinya.

Kami sendiri di CV Carmel Hill Machinery harus memilih ketika hendak menjual mesin.Sekalipun kami sudah memiliki pengalaman panjang lebih dari 18 tahun bekerja menjadi supplier mesin kemasan dan pengisian di Indonesia.

SAMPAI DETIK INI, KAMI HANYA MENJUAL MESIN PENGISIAN DAN MESIN KEMASAN SAJA.DAN HANYA MENJUAL YANG BENAR-BENAR KAMI KENAL DAN MAMPU KAMI ATASI SEGALA PERMASALAHANNYA.

Sekalipun dalam perjalanan berbisnis, sering kami mendapat tawaran kerjasama dari perusahaan-perusahan luar negeri untuk menjual unit milik mereka.

Ada banyak juga yang mundur ketika kami ajukan persyaratan supplier yang cukup ketat.

Tidak semua peluang dan tawaran kerjasama sekalipun menguntungkan harus kami ambil.Karena menjual mesin pun sama dengan membelinya ….. Tidak semudah memilih dan membayar.

Kamipun butuh pengalaman panjang dan liku-liku untuk dipercaya seperti saat ini.Dan ratusan kali menahan diri untuk tidak mengambil setiap peluang yang ada.Karena sekali lagi, tidak semua peluang harus diambil, sebagian besar peluang justru adalah jebakan bagi kami.

Lalu bagaimana dengan Anda yang membeli bisa memudahkan dalam memilih dan meminta aman-aman saja dalam jangka panjang ?

Akhirnya, memilih penjual menjadi lebih penting daripada memilih kualitas.Karena barang berkualitaspun tidak ada jaminan bahwa tidak akan bisa rusak.Mobil Toyota yang notabene buatan Jepang saja bisa rusak ? Bagaimana mesin industri bisa dibayangkan bakal mulus dan aman tanpa rusak ? Apa mungkin ?

Penjual yang baik, tentu juga menyediakan yang berkualitas.Ini sudah menjadi masalah hati nurani dan kebiasaan kerja.Menyediakan mesin berkualitas adalah sebuah tanggungjawab bagi penjual yang baik.

Memilih penjual yang baik atau mesin berkualitas bisa didapat keduanya ketika kita memperoleh penjual yang baik.Ini otomatis, karena keduanya adalah sesuatu yang berhubungan satu sama lain.