The One Thing

Bagi para karyawan, hari Senin adalah hari yang ditakuti, hari yang dianggap menyebalkan padahal kalau saja kita bisa tanyakan pada hari Senin pasti ia jawab “ kenapa aku selalu dibenci?” Ahhh mustahil bisa berbicara dengan hari. Baiklah kita kembali fokus pada topik.

Biasanya hari Senin adalah harinya para karyawan membuat list kerja panjang yang berisi pekerjaan  dituntaskan hari ini ataupun minggu ini. Mungkin ada 10 hal untuk diselesaikan hari ini dan ada 50 hal yang harus diselesaikan minggu ini. Namun pertanyaan nya adalah benarkah semuanya penting dan harus?

Dulu saya pernah diajarkan oleh satu mentor hidup saya. Beliau mengajarkan untuk memilah dan memilih mana yang harus dikerjakan duluan, mana yang nanti, dan mana yang bisa ditunda. Semua itu butuh pemikiran yang jernih. Karena jika kita salah menentukan pilihan, maka deadline yang jadi amburadul resikonya.

Pernahkan di benak kita terpikir untuk menyelesaikan “Satu Hal” saja yang terpenting hari ini secara tuntas? Yang sebisa mungkin harus kita lakukan sebaik-baiknya. Fokus pada hal itu saja, yaitu hal yang terpenting. Dan hal lainnya biarkan jalan sendiri atau biarkan diselesaikan seadanya saja?

The One Thing adalah sebuah disiplin untuk memilah satu hal mana yang harus kita lakukan dari sekian banyak hal. Pemilihan inilah yang bisa membuat kita bisa lebih fokus pada hal itu saja. Melakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan fokus yang benar.

Tentu tidak semua orang mempunyai kebebasan untuk mengatur waktunya “semaunya” sendiri. Tetapi bila bisa, apakah anda akan fokus pada satu hal saja?

Sukses itu sering terjadi karena adanya sebuah fokus, kerja luar biasa pada beberapa hal kunci saja.