Gaya Kepemimpinan Salah, Perusahaan Jadi Taruhannya

Seiring dengan berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai berkembang bersamaan dengan tumbuhnya ilmu manajemen yang lebih khususnya pada ilmu memimpin. Ilmu memimpin sebenarnya tidak sulit tetapi butuh trik dan keahlian khusus bagi seorang pmeimpin agar orang yang dipimpin mau menurut dengan apa yang diinginkan atau sesuai yang diharapkan. Di dalam suatu perusahaan,organisasi atau kelompok ilmu memimpin sangat diperlukan. Manfaat terbesarnya adalah agar suatu perusahaan atau organisasi dapat dibentuk dan diarahkan sesuai tujuan yang diharapkan.

Kepemimpinan atau leadership bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mempengaruhi, mengajak, dan mengarahkan tingkah laku orang lain atau bawahan, serta memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya,untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Ada beberapa macam gaya Kepemimpinan :

  1. Otoriter adalah gaya kepemimpinan yang segala keputusan dan kebijakan nya diambil dari si pemimpin itu sendiri secara utuh tanpa campur tangan orang lain dan bawahan hanya melaksanakan dan mengerjakan perintah yang disuruh pimpinannya. Gaya kepemimpinan model ini banyak sekali kelemahannya terutama jika diterapkan di perusahaan. Salah satunya tidak ada kedekatan antara atasan dan bawahan.
  2. Demokratis adalah gaya kepemimpinan yang memberikan wewenang secara luas kepada karyawan atau bawahannya, tidak semena-mena hanya keputusan dari pimpinan, tetapi seluruh tim ikut serta dalam penyelesaian pengambilan keputusan jika ada suatu masalah. Dengan model gaya kepemimpinan seperti ini diharapkan adanya campur baur antara atasan dan bawahan, saling memberi ide dan masukan antar tim kerja, sehingga tidak ada kesenjangan jabatan yang bisa memberikan jarak di dalam struktur organisasi perusahaan.
  3. Bebas adalah gaya kepemimpinan yang pemimpin hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil dimana bawahan yang aktif dalam menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh suatu kelompok atau organisasi di dalam perusahaan. Model gaya kepemimpinan ini pimpinan biasanya tidak tau sejauh mana perkembangan perusahaan. Yang pimpinan tau hanya hasil dari pencapaian target yang dibebankan kepada bawahan. Kelemahan dari model ini adalah bawahan bisa semena-mena dalam melakukan tindakan apapun tanpa harus pimpinan tau. Jika hal yang dilakukan bawahan membawa dampak positif bagi kemajuan dan perkembangan perusahaan tidak ada masalah, tetapi jika malah memberi dampak negatif ? perusahaan itu sendiri yang akan terkena imbasnya.

Untuk itu pemilihan model gaya kepemimpinan sangat penting dalam proses perkembangan di perusahaan. Karena salah memimpin dan memilih model gaya kepemimpinan, perusahaan atau organisasi yang menjadi taruhannya. CV. Carmel Hill Machinery sendiri pimpinan perusahaan lebih menganut gaya kepemimpinan demokratis. Dimana semua ikut serta dan bekerja sama dalam penentuan tujuan serta penyelesaian masalah yang ada di dalam perusahaan. Sehingga hubungan atasan dan bawahan dapat terjalin dengan baik, pimpinan tau sejauh mana perkembangan perusahaan, dan akhirnya bawahan juga tidak semena-mena dalam melakukan tindakan yang melenceng karena adanya pantauan dari pimpinan.