Haruskah Ada Rasa Panik?

Pernahkah anda melihat orang terdekat,teman,kerabat anda, atau bahkan orang lain ketika panik, takut, bingung, atau sedih? Bagaimana wajah mereka? Tetap terlihat mempesona atau bahkan kebalikan nya?

Panik biasanya kerap kali kita keluhkan dan hindari dalam kehidupan kita. Apakah panik itu seburuk yang kita fikirkan? Jawabnya TIDAK. Kenapa demikian? Mari kita sedikit bahas hal ini.

Saya  sering kali menjumpai teman atau karyawan yang dalam dirinya tidak juga ada rasa panik. Padahal deadline nya sudah mendekati hari yang ditentukan. Padahal pekerjaan itu kalau dilihat sudah pasti akan membutuhkan waktu lebih dari sehari. Dan saya bingung mengapa orang-orang tersebut menganggap enteng deadline waktu yang sudah ditentukan itu.

Nah dari sedikit uraian di atas, rasa panik, rasa tegang, rasa bingung, rasa kesulitan itu sangat dibutuhkan jika kita mau mengoreksi diri. Hal tersebut untuk memperbaiki hidup kita untuk memacu lebih baik dan memaksa kita untuk bekerja lebih keras.

Sangat banyak sekali orang yang tidak panik walaupun tahu sebenarnya deadline sudah hampir sampai, sehingga besok setelah terlambat cuma beralasan, “Wah, iya pak maaf terlambat tidak sempat diselesaikan.” Bahkan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Wah ini sangat berbahaya sekali bukan?

Di dalam diri kita harus tertanam rasa panik. Rasa ini penting untuk memberi sinyal kita kalau deadline yang sudah ditentukan harus segera diselesaikan. Ini untuk memberitahu kita bahwa pekerjaan yang kita kerjakan belum selesai sehingga memicu kita lebih bersemangat dalam keterbatasan waktu yang ada.

Banyak sekali orang yang tidak memiliki rasa panik dan menganggap bahwa hidup ini berjalan dengan sendirinya. Usaha dan kerja keras yang besar, perubahan pada diri, dan semangat tempur akan menjadi lebih kuat bila ada rasa panik asal tidak berlebihan dan tahu cara menyelesaikan tugas pekerjaan kita.

Semoga bermanfaat.