Kebiasaan Sulit Diubah

Ada sebuah cerita turun temurun yang saya dengar dari ibu saya ketika saya berusia 12 tahun dan baru masuk SMP waktu itu.

Pada zaman dulu di desa saya,  ada satu keluarga yaitu seorang suami, istri, dan satu anaknya. Setiap hari kehidupan mereka serba kekurangan. Anak semata wayang nya hanya bisa sekolah sampai kelas 3 SD saja karena keterbatasan ekonomi di keluarga itu. Tiap pagi si istri bekerja membanting tulang sebagai seorang buruh tani. Siangnya ia berjualan pisang goreng keliling. Dan malam harinya ia masih harus menjadi buruh cuci dan setrika di rumah tetangganya. Hal itu ia lakukan setiap hari tanpa rasa lelah demi keluarganya bisa makan.

Yang saya pertanyakan waktu itu, “lantas suami nya kemana bu kok ndak kerja?” dan Ibu kembali melanjutkan ceritanya. Suaminya ternyata seorang pemabuk. Setiap harinya ia hanya mabuk-mabukan dengan teman-temannya.

Pemabuk ini selalu meminta uang ke istrinya setiap hari, tabungan istrinya pun ludes ia habiskan. Yang ia fikirkan hanya minta uang lalu digunakan untuk mabuk. Semua waktunya hanya untuk mabuk dan mabuk. Ketika pulang dari berkumpul dengan teman sesama pemabuk, ia selalu bertengkar dan minta maaf pada istrinya bahwa ia menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tetapi kembali ia mabuk lagi dan terus berjanji lagi. Begitu seterusnya.

Sampai pada suatu saat ia terlalu banyak mabuk sampai over dosis dan mau sekarat, dia meminta ampun lagi kepada istrinya dan bersumpah untuk tidak mabuk lagi. Untuk meyakinkan istrinya ia pun memotong kesepuluh jari tangan nya. Dia mau memulai hidup baru katanya saat itu.

Untuk beberapa saat dia hidup dengan wajar dan normal tanpa mabuk-mabukan sekalipun sudah tidak punya jari. Sampai suatu saat ia bertemu lagi dengan teman-temannya dan diajak mabuk lagi tetapi saat itu ia menolak. Malam itu dia berfikir lama sekali. Keesokan harinya ia mencari para teman pemabuknya dan ikut mabuk lagi akhirnya.

Dari segelintir kisah ini bisa kita simpulkan bahwa kebiasaan itu sulit diubah, apalagi yang sudah mendarah daging. Butuh waktu dan usaha keras untuk merubah kebiasaan buruk. Lakukan hal dan rencana baik maka itu akan mendatangkan kebiasaan baik. Semoga bermanfaat.