Menghitung Persentase Efisiensi dari Penggunaan Mesin Blow Botol Otomatis 2 Cavity Type CHM-A2 Servo

Ada beberapa metode yang biasa digunakan untuk menghitung efisiensi mesin industri, salah satunya adalah Metrik OEE atau singkatan dari Overall Equipment Effectiveness.

Kali ini kita akan menggunakan metode OEE tersebut untuk menghitung tingkat persentase efisiensi mesin blow moulding botol otomatis merek Mesin77 type CHM-A2.Yaitu unit mesin pembuatan botol yang menggunakan teknologi servo clamp yang sudah dikenal memiliki akurasi yang tinggi.

efisiensi mesin blow botol

Mengenal Metode OEE

Metode OEE paling sering digunakan dan dianggap paling akurat karena menghitung efisiensi secara menyeluruh.Mulai dari Avalibility Waktu, Performa Mesin, hingga Kualitas Produk Hasil.

Dengan acuan perhitungan yang lengkap seperti ini dan memperhatikan komponen-komponen utama efisiensi, metode Overall Equipment Effectiveness (Efektivitas Mesin Menyeluruh) menjadi metode paling ampuh bagi siapa saja yang ingin menghitung efisiensi penggunaan mesin dengan tingkat akurasi diatas 80%.

Availibility Waktu

Merupakan hasil pembagian dari waktu pengoperasian mesin sesuai kenyataan dan total waktu yang direncanakan,

Rumusnya adalah sebagai berikut :

Waktu Operasi Aktual : Total Waktu yang Direncanakan = Availibility Waktu

Performa Mesin

Merupakan hasil bagi dari kapasitas produksi nyata atau produk yang dihasilkan secara real dan kapasitas mesin maksimal yang umumnya mengacu pada spesifikasi mesin dari pabrikan.

Rumusnya adalah “Kapasitas Produksinya Nyata : Kapasitas Mesin Maksimal = Performa Mesin”

Kualitas Produk Hasil

Adalah hasil bagi antara jumlah produk hasil produksi yang baik dan total hasil produksi.

Rumusnya adalah sebagai berikut :

Jumlah Hasil Produksi Baik : Total Hasil Produksi = Kualitas Produk Hasil

Rumus Perhitungan dengan Metode OEE

Untuk menghitung Nilai OEE, kita akan meng-kali-kan hasil ketiganya dengan 100% menjadi sebagai berikut :

Availibility Waktu x Performa Mesin x Kualitas Hasil Produk = OEE

Contoh Kasus

Dalam kasus mesin blow moulding botol Type CHM-A2 yang memiliki kapasitas real 1800 BPH dengan kapasitas tertulis pada spesifikasi pabrikan adalah 2000 BPH, kita akan menghitung efisiensinya dengan metode OEE.

  • Target/Kapasitas Desain Mesin: 2.000 botol/jam (Idealnya mesin Anda didesain sedikit lebih tinggi dari capaian riil).
  • Jam Kerja Target: 8 jam (480 menit).
  • Waktu Istirahat Karyawan: 30 menit (mesin sengaja dimatikan).
  • Kerusakan Mesin/Unplanned Downtime: 40 menit (misal: ada kendala botol nyangkut atau perbaikan mekanis.Ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi).
  • Total Hasil dalam 1 shift kerja: 12.600 botol (Kapasitas riil 1.800 botol/jam).
  • Produk Cacat (Reject): 100 botol (misal: botol penyok atau capping miring).

Nilai Availibility

Kita asumsikan waktu kerja operasional mesin sesungguhnya adalah 7 jam kerja per hari.Sementara waktu yang direncanakan adalah 1 shift atau 8 jam kerja.

  • Total Waktu yang Direncanakan: 480 menit – 30 menit (Istirahat) = 450 menit
  • Waktu Operasi Aktual: 450 menit – 40 menit (Downtime) = 410 menit

Waktu Operasi Aktual : Total Waktu yang Direncanakan = Availibility Waktu

410 menit : 450 menit = 0,9111

0,9111 x 100% = 91,11%

Performa

Diketahui bahwa unit Mesin blow moulding type CHM-H2 merek MESIN 77 secara nyata di lapangan memiliki kapasitas produksi Real 1800 BPH.Sedangkan spesifikasi pabrikan menulis kapasitas adalah 2000 BPH.

  • Kapasitas Mesin Maksimal : 2000 BPH : 60 menit = 33,33 botol / menit
  • Kapasitas Produksi Nyata : 1800 BPH x 7 jam = 12.600 botol dalam 1 shift kerja

Kita akan menghitung angka performa mesin sebagai berikut :

Kapasitas Produksinya Nyata : Kapasitas Mesin Maksimal = Performa Mesin

12.600 BPH : 410 menit = 30,73

30,73 : 33,33 (Kapasitas Mesin Maksimal) = 0,9219

0,9219 x 100% = 92,19%

Hasil Produksi

Selanjutnya kita akan menghitung perbandingan hasil produksi total dan hasil produksi baik.Dalam menghitung hasil tersebut.

  • Jumlah Hasil Produksi Baik : 12.600 – 100 = 12.500 botol
  • Total Hasil Produksi : 12.600

Jumlah Hasil Produksi Baik : Total Hasil Produksi = Kualitas Produk Hasil

12.500 : 12.600 = 0,992

0,992 x 100% = 99,2%

Efisiensi Mesin Blow Botol 2 Cavity Otomatis CHM-A2

Dan sebagai kesimpulan akhir, kita akan menghitung persentase efisiensi dari Mesin Blowing Botol CHM-A2 Model Servo menggunakan metode OEE sebagai berikut :

Availibility Waktu x Performa Mesin x Kualitas Hasil Produk

91,11% x 92,19% x 99,2% = 83,32%

Jadi nilai persentasi efisiensi dari mesin blow moulding type CHM-A2 merek Mesin77 2 Cavity dengan Servo Clamp adalah sebesar 83,32%

Kesimpulan

Angka OEE (Overall Equipment Effectiveness) atau Efektivitas Mesin Menyeluruh dari mesin blowing botol CHM-A2 type Servo sebesar 83,32% merupakan angka yang cukup tinggi dan mendekati standard industri dunia 85%.

Jika dibandingkan dengan standard dunia tersebut, kita masih kehilangan 1,68%.

Penyebab utama adalah karena dalam perhitungan diatas kami memasukkan angka reject sebanyak 100 botol per shift kerja dimana kondisi ini adalah angka diatas kenyataan.
Namun agar perhitungan kita kali ini mendapatkan angka yang bisa diterima, kami memasukkan angka reject terburuk.

Kemungkinan lain untuk menaikkan angka tersebut adalah dengan menambah Performa Mesin dengan cara mengurangi waktu Downtime.


<<< Kembali ke Halaman Awal Blog Mesin77

Summary
Menghitung Persentase Efisiensi Mesin Blow Botol Otomatis
Article Name
Menghitung Persentase Efisiensi Mesin Blow Botol Otomatis
Description
Menghitung Persentase Efisiensi Mesin Blow Botol Otomatis 2 Cavity Type CHM-A2 Servo.Perhitungan berdasarkan metode OEE (Overall Equipment Effectiveness).
Author
Publisher Name
Mesin77
Publisher Logo
Scroll to Top