Menurut anda bagaimana ? Merek lokal atau import ?
MESIN ditambah angka 7 sebanyak dua kali.Kira-kira merek lokal atau merek import ?

Yuppp betul …. itu bahasa lokal, bahasa Indonesia.
Dan itu adalah mereknya.Merek kami sendiri yang terdaftar di Depatemen Hukum dan Hak asasi Manusia sejak tahun 2016 yang lalu dengan Penasehat Hukum : Bp Fery Darlim, SH, MH dari DARLIM Law Office & Partners.

Untuk mereknya sudah pasti Merek Lokal.
Lalu bagaimana dengan Mesinnya ? Mesin lokal atau Import ?
KEDUANYA ….. Mesin Lokal dan Mesin Import.

Kami memulai bisnis sebagai perdagangan mesin import sebelum memutuskan untuk merakit sendiri.Sehingga kami lebih fair dalam melihat mana mesin yang kami mampu buat sendiri dan mana yang tidak ?

Di saat kecintaan akan produk lokal, termasuk mesin lokal menjadi gema baru di Indonesia.Banyak pemain mesin yang mudah sekali mengatakan kepada calon pembelinya bahwa mesinnya lokal.Padahal mesin tersebut import.
“Bilang saja semuanya lokal, nanti akan laku” terdengar sama dengan kalimat yang sudah sering kita dengar juga : ‘kalau ingin laku, juallah kebatilan dengan bungkus agama’.

Itulah yang terjadi selama tahun-tahun belakangan ini.Dan sudah berkembang seperti getok tular sehingga kami sering menjumpai mesin import yang dibilang lokal oleh penjualnya.

Sebuah pameran industri lokal yang kami kunjungi secara online, bahkan yang diadakan oleh lembaga terkenal juga, menampilkan banyak sekali mesin-mesin import yang di katalognya ditulis mesin buatan lokal.Bahkan dengan embel-embel : Teknologi tepat guna buatan anak bangsa.

Beberapa kali belakangan kami bahkan sering mendapat pertanyaan : mesinnya lokal atau import.

Seakan lokal atau import menjadi sesuatu yang serius harus dibahas.Bukan lagi tujuan penggunaan mesin seperti mesinnya cocok atau tidak untuk produk saya, mesin seperti apa yang harus saya gunakan, bagaimana nanti perawatan dan perbaikannya, komponennya ada atau tidak.

Akhirnya situasi ini juga menjadi peluang bisnis baru bagi perdaganga mesin yang berani untuk mengatakan mesin importnya sebagai mesin lokal.

Toh calon pembeli tidak bisa melihat bedanya ada dimana antara mesin lokal dan mesin import.Katakan saja buatan lokal biar laku.

Memang, calon pembeli nantinya baru tahu ketika mesinnya mengalami masalah.Seorang teknisi dipanggil untuk memperbaiki.Dan dikasih tahu oleh teknisi tersebut bahwa mesinnya itu import.Belum lagi adanya komponen yang tidak bisa diperoleh di Indonesia, semakin kelihatan bau importnya.

Lalu mesti bagaimana ? Sekarang tuntutan pasarnya begitu.Harus bilang buatan lokal supaya laku.

Entahlah ….. kami juga tidak punya solusi untuk itu.Lakukan saja kalau itu dirasa benar.

Bagaimana dengan MESIN 77 sendiri ? Apa tidak ingin ikutan biar laku juga ?

Tidak,kami tidak minat.Import yang tetap kami katakan import.Lepas dari suka atau tidak calon pembeli.Bahkan lalu membandingkan dengan kompetitor yang berani mengatakan lokal, lalu calon pembeli ini memilih membeli yang DIKATAKAN lokal itu …. itu masalah bagi calon pembeli tersebut.Bukan masalah kami.

Suatu hari ada yang telpon marketing kami menanyakan mesin produksi botol alias mesin blow molding.Belum satu menit menelpon menanyakan mesinnya lokal atau import.
Lalu diinformasikan dengan baik oleh marketing kami,”apakah ada yang bilang ke bapak kalau mesin blow moldingnya buatan lokal ?”
Si calon customer mengatakan iya dan menyebut dari kota ‘B’.
Lalu kami informasikan harga kami dan kami berikan penawaran kami.Sambil kami informasikan juga bahwa mesin blow molding kami benar-benar import dan untuk mencoba meminta ke penjual yang mengatakan mesin blow moldingnya lokal itu untuk mengajak ke pabriknya.Dan pastikan kalau pembuat mesin di lokal, pasti di pabriknya ada aktivitas pembuatan mesin yang secara berlanjut.Sehingga jangan mau ditunjukkan hanya stock 1 unit lalu dibilang lokal.Bisa jadi itu import.

Suasana pabrik mesin pasti akan sama dengan pabrik mobil.Bapak akan ditunjukkan mobil yang siap jual dan puluan mobil yang sedang dalam proses perakitan.Kalau mesin tersebut buatan lokal, mintalah berkunjung ke pabriknya.

Tetapi tetap kami informasikan bahwa kami adalah salah satu pemain mesin pengisian dan kemasan tertua di Indonesia.Sepanjang perjalanan bisnis, kami belum menemukan adanya pabrik mesin blow molding di Indonesia.

Di lain waktu, ada juga yang menanyakan mesin continuous band sealer.Mesin continuous sealernya buatan lokal atau import ?
Kamudian kami bertanya : “dapat hrga berapa?”
3 jutaan
‘Ohhh seharusnya kalau dibuat di lokal.Mesin continuous sealer bisa di harga 7 jutaan.Bagaimana bisa dibuat di lokal tapi bisa jadi harga 3 jutaan’
Yang cerita seperti ini bisa langsung ketahuan dari harga yang tidak wajar.

Ada banyak dan serupa dengan kedua cerita diatas.

Sekarang giliran kami bertanya : Apabila Bapak/Ibu ingin menggunakan mesin untuk mendukung kemajuan usaha Bapak/Ibu …. seberapa pentingkah sebutan lokal dan import bagi kemajuan usaha Bapak/Ibu ??
Kalau itu sebagai bukti kecintaan pada produk lokal,pada kenyataannya banyak kasus tertipu.Dan Bapak/Ibu malah menjadi peluang target pasar baru bagi mereka untuk menjual mesinnya dengan mudah.Cukup bilang buatan lokal saja.
Syukurlah kalau memang yang didapat benar-benar mesin lokal.Bagaimana kalau mesin import yang dibilang lokal ?

Kalau di MESIN 77, kami akan ajak untuk realistis saja.Yang kita belum mampu bikin sendiri tapi itu dibutuhkan, ya import.Kalau kita sudah mampu membuat sendiri, kenapa mesti harus import ?

 

 

 

Hits: 32

error: Content is protected !!
WeCreativez WhatsApp Support
Team Support kami siap melayani sepenuh hati