Apa itu Sistem Pneumatic dan Hidrolik ???

Ada yang tau kenapa sekarang banyak para pengguna mesin pengisian dan pengemasan air minum berpindah ke mesin model pneumatik? Kenapa mesin model mekanik atau hidrolik  mulai ditinggalkan? Nah kali ini akan kita sedikit bahas perbedaan dari kedua model tersebut.

 

Pengertian Pneumatik (Andrew Parr. 2003) Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma’ yang berarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan  teknik penggunaan  udara  yang bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer  maupun  tekanan di bawah 1 atmosfer (vacum).  Jadi pneumatik berarti terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat (udara bertekanan). Sedangkan pengertian sistem hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Karena itu, pada sistem hidrolik dibutuhkan power unit untuk membuat fluida bertekanan. Kemudian fluida tersebut dialirkan sesuai dengan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan.

 

Sistem Pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Karena menggunakan udara terkompresi, maka sistem pneumatik tidak dapat dipisahkan dengan kompresor, sebuah alat yang berfungsi untuk menghasilkan udara bertekanan tertentu. Sistem kerja pneumatik mirip dengan sistem hidrolik. Tetapi ada beberapa bagian komponen yang sedikit berbeda, namun seperti aktuator (motor dan silinder), filter, dan solenoid valve memiliki prinsip yang sama dengan  sistem hidrolik. Perbedaan mendasar dari kedua sistem tersebut adalah fluida kerja yang digunakan, sistem hidrolik menggunakan fluida inkompresibel sedangkan pada system pneumatik menggunakan fluida kompresibel.

 

Perbedaan sistem dari kedua model tersebut adalah :

  • Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada  pneumatic menggunakan fluida gas bertekanan.
  • Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatic
  • Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik
  • Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara  bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik
  • Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor, tetapi sistem hidrolik membutuhkan pompa

 

Kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sistem:

  1. Kelebihan sistem Pneumatik
  2. Hasil produk yang dihasilkan biasanya lebih banyak
  3. Lebih cepat dari hidrolik karena dibantu kompresor
  4. Ketersediaan udara yang tak terbatas
  5. Temperatur mudah diatur
  6. Aman

Kekurangan sistem Pneumatik

  1. Memerlukan instalasi peralatan tambahan penghasil udara seperti kompresor
  2. Mudah terjadi kebocoran
  3. Menimbulkan suara bising
  4. Mudah Mengembun

 

  1. Kelebihan sistem Hidrolik
  2. Ringan
  3. Mudah dalam pemasangan
  4. Sedikit perawatan

4.Memiliki tekanan kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat.

Kekurangan :

  1. Proses kerja agak lambat jika dibanding pneumatik