Sebuah dilema panjang sejak jaman unta belum bungkuk sampai unta bungkuknya ada 2 seperti sekarang adalah Belum Tersedianya Barang Murah tapi Berkualitas.Murah selalu identik dengan kualitas rendah.Mahal seringkali identik dengan kualitas baik, sekalipun tetap tidak selamanya seperti itu.
Banyak barang mahal juga bukan karena kualitasnya bagus, tetapi karena memang dijual dengan harga yang mahal.

Dilema ini tampaknya juga masih terjadi sehari-hari, terutama bagi perdagangan mesin seperti kami.
Menghadapi calon pembeli yang minta murah tapi bagus sudah menjadi makanan sehari-hari.

Kenyataannya, kami yang sudah 19 tahun lebih menjadi partner kerja bagi industri di tanah air dan beberapa negara tetangga belum pernah satu kali pun menjumpai adanya barang yang murah tapi berkualitas.
Sementara itu yang selalu dicari oleh calon pembeli.Sekalipun seringkali calon pembeli yang memiliki harapan tidak realistis seperti itu akhirnya hanya mendapat rasa kecewa akibat cara mereka mencari barang membuat mereka berpeluang besar bertemu dengan penipuan.Baik penipuan spesifikasi maupun penipuan harga.

Mengapa bisa terjadi seperti itu ?
Coba sekarang sembahyang.Minta kepada Tuhan agar masa mudah diberi kesempatan berfoya-foya, lalu tua minta kaya raya, dan ketika mati minta masuk surga.Kira-kira apa jawaban Tuhan kepada anda ?

Sekali lagi, mengapa bisa terjadi ? Yahh karena yang dicari itu sesuatu yang mustahil bin mustajab.Alias MANA ADA ??? Orang Jawa bilang Endi Ono ????

Itu sebabnya cara mencari unit mesin industri dengan cara seperti itu selalu berpeluang besar untuk menjalin pertemuan dengan penipu.

Ambil contoh sebuah kisah nyata yang pernah terjadi setahun yang lalu begini : Seorang pengusaha mencari mesin cup sealer kepada kami.Kami sudah malas melayani sejak awal karena pengusaha tersebut hanya bicara bahwa dia minta yang murah tapi bagus.Sambil bercerita di supplier A dia dapat harga sekian, di B dapat sekian.Padahal supplier A dan B yang dimaksud adalah kawan kami yang kami tahu berapa harga sebenarnya.
Karena suasana negosiasi yang kurang baik, si pengusaha hanya menggiring pembicaraan pada masalah harga saja, akhirnya kami melepas dan tidak berniat menjual kepadanya.

Lama tak bersua dan mendengar kabarnya, akhir tahun yang lalu pengusaha tersebut menghubungi kami kembali.Dan kali ini sudah beda cerita.Beliau menghubungi untuk meminta bantuan reparasi mesin yang dibelinya dari pedagang mesin yang berani mengatakan kepada calon pembelinya dalam bahasa “Kalau mau muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga …. belilah dari saya”.Bertemu dengan pedagang seperti ini tentu sebuah petaka.
Suaranya enak didengar di telinga, tetapi kenyataan yang diterima pahit sekali. Layaknya bilang kalau kopinya manis, setelah diseruput ternyata pahitnya minta ampun.

Memilih dan membeli unit mesin industri memang susah-susah gampang.Kami juga tidak ingin mengatakan mudah hanya sekedar ingin Bapak/Ibu menguhubungi kami.
Susah karena Tidak Ada Barang Yang Bagus, Murah, Enak.Gampang karena ketika kita mau sedikit saja realistis, Mudah Menemukan Penjual Yang Baik dan Benar.
Umumnya yang Bagus itu Memang Lebih Mahal daripada Yang Jelek.ITU REALITANYA.

Bagaimana dengan penjual yang jualnya memang mahal supaya terkesan kualitasnya bagus ? Wahhh, kalau smapai ketemu yang begini, ya mungkin Bapak/Ibu lagi sial saja.
Hehehehe …. tidak, bukan begitu maksudnya.
Ada teknik sendiri untuk melihat apakah mesin benar-benar berkualitas atau tidak ?
1. Bapak/Ibu kenal merek-merek seperti Mitsubishi, Delta, Schneider, Omron, Autonics, Festo, dll di Mesin Industri ? Kalau kenal, selamat.Bapak/Ibu tidak akan mudah ditipu dengan alasan kualitas.Buka aja mesinnya, lihat komponennya.Adakah ditemukan merek-merek tersebut di dalam mesin yang akan dibeli ?
Ini cara pertama
2. Cara kedua ini Bapak/Ibu harus paham teknik, baru bis alakukan.Tapi cara ini hampir pasti hasilnya Akurat.Sulit bagi penjual untuk menipu masalah kualitas kalau Bapak/Ibu bis alakukan cara yang ini.Kalau ke perdagangan mesin, minta ketemu bos-nya, atau buat janji dulu dengan bos nya supaya ketemu.Ajak bosnya bicara tentang teknik meisn yang dijualnya.Jangan diajak bicara hal-hal umum seperti garansi, pengiriman, dll.Itu mahh hafalan jawabnya.
Tapi soal teknis.Cek bosnya kenal gak dengan dalemannya mesin yang dijual.
Di perdagangan mesin yang bos-nya paham teknik, umumnya mesinnya lebih berkualitas karena bos-nya sendiri adalah orang yang menguasai bidangnya, bukan sekedar menguasai bidang sales saja.Isi pikirannya bukan closing doang.Tetapi sejak awal penjualan kelihatan kalau keinginannya adalah mesin yang dijualnya bisa digunakan dengan baik oleh pembelinya.


Kalau anda bisa lakukan kedua hal diatas, 85% mesin yang anda beli dipastikan adalah mesin berkualitas dengan harga yang WAJAR.

Semoga Bermanfaat !!

error: Content is protected !!