Beberapa masalah sering terjadi pada mesin pengisian cairan.Ini adalah masalah-masalah umum yang kami rangkum dalam 5 Poin.

mesin pengisian cairan

Berikut adalah beberapa masalah pengisian cairan yang umum dan tips untuk mengatasinya:

1. BERBUSA

Busa dapat menyebabkan produk meluap yang mengakibatkan peluberan dan wadah yang kurang terisi.

Busa selalu disebabkan oleh masuknya udara ke dalam produk, umumnya dari salah satu dari tiga sumber.
Tekanan pengisian yang tidak tepat sehingga cairan mendorong udara terlalu keras dan tidak terarah.

Ini bisa juga terjadi akibat produk dipompa terlalu keras ketika di dalam pipa-pipa pengisian sebelum menuju ke kemasan.

Penyebab lainnya lagi adalah adanya kebocoran pada saluran pengisian yang dapat membawa udara bersama dengan produk cair.

Pengisian dengan sistem gravitasi umumnya menjadi pilihan bagi banyak produsen mesin biasanya karena alasan lebih konstan dan tidak membawa udara.

Tekanan oleh piston atau pompa dalam proses pengisian apabila pembuat mesin tidak memahami betuk mekanika fluida, maka akan sering terjadi masalah busa ini.

Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan adalah memperlambat jalannya cairan pada saat proses pengisian.
Namun cara ini sering dihadapkan pada masalah kecepatan produksi.

Sebuah alternatif menggunakan diameter nozzle pengisian yang lebih besar untuk mengurangi kecepatan fluida sementara mempertahankan laju aliran yang sama.
Kita semua telah melihat bagaimana menuangkan bir ke sisi gelas mengurangi busa.

Ini ide yang sama berlaku di dalam proses pengisian kemasan seperti botol.

Ada beberapa jenis nozzle yang memiliki belokan.Tujuannya adalah untuk membenturkan cairan ke dinding nozzle sesaat sebelum cairan masuk ke dalam kemasan.

Alternatif lainnya lagi untuk mengatasi busa adalah menggunakan nozzle yang masuk sampai ke bagian bawah botol.

Kemudian sambil proses mengisi nozzle naik ke atas.
Namun cara ini sering terjadi masalah bagian luar nozzle membawa sisa cairan sehingga terjadi tetesan-tetesan mengenai bodi mesin.

Pada intinya kunci untuk memerangi busa adalah menjaga udara keluar dari produk dan kunci untuk menjaga udara keluar adalah penanganan pengisian yang lembut. Mesin pengisian yang dapat melakukan penanganan proses pengisian yang lembut juga dapat mengurangi percikan atau cipratan.

2. PERCIKAN

Percikan seringkali disebabkan oleh ukuran mulut kemasan yang besar.Contoh seperti toples.

Solusinya adalah menggunakan diameter nozzle yang mengikuti diameter mulut kemasan.

Sama seperti mengatasi busa, kecepatan pengisian mesti diatur juga dan sebisa mungkin dilakukan pengisian dengan cara nozzle masuk ke dalam kemasan hingga hampir menyentuh bagian bawah kemasan.Kemudian sambil mengisi terangkat pelan-pelan keatas.

3. KONTROL VOLUME

Volume adalah parameter pengisian yang paling penting. Jika volume sebenarnya lebih kecil dari apa yang tercantum di label kemasan, pelanggan tertipu.
Jika volume lebih banyak, pabrik akan merugi.

Bahkan jika itu bonus untuk konsumen yang tampaknya tidak signifikan bertambah. Kecepatan mesin pengisi pada 250 botol per menit dengan overfill rata-rata 0,1 persen akan, dalam satu shift kerja, mengakibatkan hilangnya hampir 1.000 botol produk.

Ada dua masalah dengan volume. Salah satunya adalah volume aktual yang diukur dan yang lainnya adalah volume yang dirasakan. Keduanya saling terkait tetapi tidak sama.

Beberapa wadah, terutama kaca, akan bervariasi dalam volume internalnya.
Kapan ini terjadi, dua botol dengan volume produk yang sama akan memiliki perbedaan level ketinggian cairan yang nampak.

Jika konsumen melihat botol di rak dengan tampilan yang bervariasi volume, mereka akan merasa bahwa isinya tidak sama satu sama lain.

Alternatifnya adalah menggunakan mesin pengisian yang dapat membawa level cairan.

Namun mesin filling berbasis level umumnya cukup mudah dan sederhana tetapi masih bisa memiliki masalah.

Satu masalah umum dengan pengisi level yang mengandalkan level cairan terjadi ketika siklus pengisian terlalu pendek / terlalu cepat.
Biasanya produk tidak pernah mencapai overflow dan tidak rata.

Banyak mesin filling dengan dasar kerja level cairan mengandalkan segel antara nosel pengisian dan leher botol. Jika segel ini bocor, produk akan penuh dan bisa meluap.

Metode mesin pengisi berdasar level lainnya menggunakan sensor elektronik atau mekanis untuk menentukan tingkat cairan dan mengontrol aliran.
Jika sensor rusak atau tidak benar settingnya, variasi volume isi akan terjadi.

Sebagian besar meisn lainnya menggunakan pengisian takaran piston.

Dengan pengisi piston, volume yang dikeluarkan adalah sesuai diameter piston
(bore) dan panjang stroke.

Masalah umum yang terjadi dengan pengisi piston sering terjadi di bagian penggerak piston.
Ini biasanya terjadi ketika mesin kurang perawatan, sehingga mengakitabkan volume yang bervariasi.

Ketika ini terjadi solusinya adalah mengganti semua penggerak komponen, poros, penghubung, dan bantalan untuk mengembalikan sistem ke kondisi semula spesifikasi asli.

Pengisi piston memerlukan katup untuk mengontrol aliran produk pada asupan dan
stroke pendorong.
Jika katup ini bocor atau waktunya tidak tepat, udara dapat menjadi tersedot ke dalam nosel atau produk dapat dipompa kembali ke dalam piston.

Dalam jumlah kecil, ini mungkin tidak terlihat secara langsung tetapi masih akan menyebabkan variasi volume pengisian.

Solusinya adalah dengan menyesuaikan, memperbaiki atau mengganti yang katup yang bocor.

Sistem pengisian piston memiliki hisapan masuk dan dorongan keluar.

Hisapan masuk menarik sejumlah produk yang terukur ke dalam piston. Jika hisapannya terlalu cepat untuk karakteristik aliran produk, mungkin piston tidak terisi sepenuhnya.

Sehingga saat piston didorong, volume isi akan berkurang dan tidak sesuai.

Masalah ini bisa diselesaikan dengan menggunakan tabung berdiameter lebih besar, memperlambat kecepatan pompa atau kombinasi dari keduanya.

Beberapa mesin pengisian model volumetrik sensitif terhadap kondisi produk. DTerutama masalah viskositas / kekentalan.

Jika pengisi terhubung langsung ke tangki mesin pengisian volume akan
berkurang saat produk dihisap.

Cara untuk memperbaikinya adalah dengan menambahkan reservoir kecil antara tangki utama dan pengisi.
Reservoir dapat dipertahankan pada
tingkat yang konsisten selama proses pengisian.

Fluktuasi suhu akan mengubah kekentalan produk seperti sampo atau sirup.

Solusinya adalah dengan menggunakan tangki yang dikontrol oleh pengatur suhu untuk mendinginkan atau menghangatkan produk ke suhu kamar sebelum siap untuk mulai proses pengisian.

4. REMBESAN NOZZLE

Dalam mesin pengisian model volumetrik, katup bocor biasanya menyebabkan rembesar.

Jika reservoir produk ditinggikan, produk secara alami akan mencoba mengalir melalui pengisi dan keluar dari nosel. Dan akan berhenti mengalir oleh katup penutup.

Pabrikan mesin pengisian yang berbeda menggunakan jenis katup yang berbeda tetapi sebagian besar bisa bermasalah dengan kebocoran.

Masalah umum seperti seal yang rusak, permukaan/dinding perpipaan yang aus, settingan mesin yang tidak tepat dan penumpukan produk.

Solusinya sederhana. Pastikan katup yang benar telah dipilih untuk kondisi produk
dan kemudian pastikan itu dipelihara dan diatur dengan benar.

Salah satu cara yang sering dilakukan oleh teknisi tetapi tidak memecahkan masalah adalah dengan menurunkan reservoir produk.

Ini mungkin berhenti menetes tetapi akan menyebabkan produk mengalir balik, bahkan membawa udara ke dalam proses pengisian dan menyebabkan pengisian underfill.

Rembesan juga bisa berasal dari produk yang tersisa di luar nozzle.
Ada beberapa solusi untuk hal ini.
Yang paling sederhana adalah menggunakan diameter nozzle yang kecil.

Cara lain adalah dengan menggunakan nozzle vakum. Nozel ini memiliki jalur sekunder untuk vakum.
Saat produk mencoba menetes, produk itu tertangkap oleh saluran vakum dan dibawa kembali ke tangki atau diarahkan ke suatu tempat penampungan.

5. CAIRAN MENGGANTUNG

Pada pengisian madu, rembesan madu “seutas benang” tetap ada setelah proses filling
berhenti.

Jika operator terburu-buru memindahkan kemasan dari ujung nozzle, rembesan kecil ini akan menetes dan menjadi produk yang terbuang.

Untuk mengendalikan masalah seperti ini, desain nosel sangat penting.

Beberapa mesin pengisian menggunakan alat mekanis seperti pisau untuk memotong rembesan secara manual.

Mesin pengisian yang lain memiliki saluran udara di nosel, yang memutus tali dengan kepulan dari udara terkompresi.

Tetapi mungkin cara terbaik untuk menghindari masalah seperti ini adalah dengan memilih mesin yang sesuai untuk tugas tersebut.

Setidaknya ada 15 jenis sistem pengisian yang berbeda yang tersedia di pasaran seperti piston, pompa roda gigi, vakum, berat dan gravitasi, waktu, dll.

Dalam setiap sistem pengisian, Tidak semua ini dapat bekerja dengan baik untuk aplikasi tertentu.

Perpaduan yang tepat dari sistem pengisian, produk dan kemasan akan membantu mendapatkan mesin pengisian cairan yang tepat.

Baca juga :
Service dan Garansi Mesin Filling dan Kemasan

Kami menyarakankan adanya komunikasi dan perencanaan yang tepat bersama team MESIN 77 sebelum memutuskan untuk menggunakan mesin pengisian jenis yang mana.

Silahkan klik Tombol Whatsapp dibawah ini untuk memulai Chatting dengan kami :

APA YANG KAMI PERLUKAN UNTUK MEMBANTU KEBUTUHAN MEISN PENGISIAN CAIRAN ANDA ?

Di awal komunikasi, mohon ijin Bapak/Ibu bisa menginformasikan :
1. Produknya apa ?
2. Isi berapa ml per kemasan
3. Kemasannya apa ? (Botol/plastik standing pouch, aluminium foil, dll ?)
4. Optional : kecepatan mesin yang diinginkan
Kami akan berupaya memberikan solusi yang terbaik.

Hits: 27

error: Content is protected !!
WeCreativez WhatsApp Support
Team Support kami siap melayani sepenuh hati