Pilih Daya/Watt ATAU Kualitas ?

DAYA / WATT versus KUALITAS

Pertanyaan yang mucul pertama kali mendengar perbandingan diatas tentu menjadi dilema.Haruskan daya dan kualitas dibanding-bandingkan ? Haruskah sesuatu dari fakultas yang berbeda di compare ?

Daya satuannya Watt, dan kualitas satuannya Baik/Biasa Saja/Buruk.
Bagaimana akan dibandingkan ?

Pertanyaan bagus.
Karena masalahnya di dunia industri hal ini sudah biasa dibandingkan.Hanya dengan polesan bahasa marketing yang indah, dibuat berbagai penawaran alat-alat dengan daya rendah dan ditonjolkan sebagai alat promosi.Tanpa memberikan informasi apa yang dilakukan sehingga membuat daya / watt nya menjadi kecil ?

Beberapa kali produk seperti AC rumah tangga, microwave, komputer, bahkan mesin industri dijual dengan program promo Daya Rendah alias Watt kecil.

YANG MEMBUAT DAYA / WATT MENJADI KECIL

Kita tidak pernah tahu apa yang sebetulnya dilakukan oleh pabrikan untuk membuat daya atau watt sebuah alat menjadi kecil.

Beberapa opsi yang pernah dilakukan adalah :
1. Mengurangi ukuran kawat kumparan.Bisa mengurangi jumlah lilitan, bisa juga mengurangi diameter kawat lilitan.
2. Mengurangi kompleksitas komponen.Dimana seharusnya pada produk sejenis lainnya dibangun dengan komponen yang kompleks dan aman sehingga membuat daya menjadi tinggi, disini justru komponen-komponen tersebut dikurangi jumlahnya sehingga membuat daya bisa lebih rendah daripada produk sejenis yang ada di pasaran.

Bagaimana ? Mulai nyambung maksudnya membandingkan daya/watt dengan kualitas ?

Yahh betul sekali.Karena umumnya pabrikan melakukan 2 hal diatas untuk mendapatkan daya lebih rendah, maka Kualitas yang dikorbankan.

Bukan hanya konsumen yang pusing dengan mesin-mesin ber daya tinggi.Pabrikan pun sebetulnya pusing dengan permintaan konsumen untuk mesin-mesin dengan daya rendah.Karena harus mengorbankan kualitas untuk membuat sebuah alat dengan daya rendah.

Sebuah resiko yang harus dikorbankan oleh pabrikan demi lakunya produk memenuhi permintaan sebagian besar konsumen.